Ada yang Mau Jadi HRD ? Baca Dulu Suka Duka Menjadi HRD

0
Suka Duka Menjadi HRD

Menjadi HRD atau Human Resources Development bukanlah hal yang mudah. Terkadang terdapat suka duka yang meliputinya. Bertanggung jawab untuk menciptakan kesejahteraan karyawan, mengurus proses perekrutan karyawan, menerapkan aturan dan kedisiplinan perusahaan merupakan contoh – contoh dari tugas seorang HRD.

Tentunya tidak mudah mengatur karyawan yang jumlahnya tidak sedikit dengan latar belakang kepribadian yang berbeda-beda. Dibutuhkan kesiapan mental untuk menghadapinya. Namun, jika dijalani dengan ikhlas tentunya akan mendapatkan hasil yang diinginkan.

Suka Duka Menjadi HRD

Menjadi seorang HRD tentu saja tidak melelu berhadapan dengan sesuatu yang tidak mengenakan, jika kita bisa mengambil pelajaran dalam setiap kegiatan tentu selalu ada pengalaman baru yang bermanfaat. Berikut adalah suka duka menjadi HRD:

1. Dapat bertemu dengan banyak orang dengan kepribadian berbeda

Bertugas dalam proses perekrutan karyawan tentunya membuat Anda bertemu dengan banyak orang dengan kepribadian yang berbeda. Oleh karena itu, untuk menghadapi situasi tersebut, maka Anda dapat berkenalan untuk menambah relasi Anda. Dengan begitu, jika Anda butuh bantuan kenalan Anda dapat membantu Anda begitu sebaliknya. Maka dibutuhkan sikap yang menyenangkan, sabar dan bijaksana sehingga orang akan senang berkenalan dengan Anda.

Baca Juga : HRD Modern Wajib Gunakan 5 Software HRD Ini

2. Kesalahan mengirim gaji

Salah satu tugas HRD adalah mengurus penggajian. Sebagai manusia terkadang bisa saja melakukan kesalahan contohnya jika Anda keliru mengirim gaji pada karyawan Anda karena nama karyawan ada yang hampir sama namanya dengan karyawan lain.

Tentunya hal tersebut dapat menjadi sebuah titik masalah besar. Maka Anda perlu berhati-hati saat pengisian data gaji karyawan Anda, jika tidak gaji Anda yang harus menjadi korban.

3. Menjadi lebih sabar, tegas dan bijaksana

Menghadapi karyawan yang jumlahnya ratusan hingga ribuan tentunya terkadang terdapat karyawan yang nakal yang hobi terlambat kerja, suka membangkang, melanggar aturan perusahaan merupakan hal yang terkadang membuat Anda harus menjadi seseorang yang lebih sabar.

Anda harus pintar memilah dan memilih kata agar tidak menjadi salah paham ketika menghadapi karyawan yang merupakan teman, rekan, keluarga sendiri. Jika ada perselisihan atau permasalahan antara karyawan, Anda sebagai HRD harus bersikap bijaksana dalam menghadapinya dan berusaha fokus untuk mencari solusi bukan fokus pada masalahnya.

Dengan begitu, masalah akan cepat terselesaikan. Hal yang perlu diingat adalah Anda perlu bersikap sewajarnya, bersikap menyenangkan atau enak saat diajak mengobrol karena orang akan bersikap seperti itu juga pada Anda.

4. Menghadapi masalah pribadi karyawan

Setiap orang dalam kehidupan sehari-hari pasti memiliki masalah yang perlu dihadapi dan diselesaikan. Begitu juga dengan karyawan perusahaan , pastinya memiliki masalah dalam rumah tangga yang nantinya berdampak pada performa bekerja di kantor. Entah itu lunglai lesu, marah atau emosi, atau merenung melamun tidak fokus bekerja.

Hal tersebut bisa jadi masalah karena dapat mengganggu produktivitas perusahaan. Dikarenakan tugas HRD adalah untuk menciptakan kesejahteraan karyawan maka HRD harus bisa dan sigap dalam membantu masalah-masalah yang dihadapi oleh para karyawan.

Anda bisa mengajak karyawan yang mempunyai masalah tersebut mengobrol dan mencoba memberikan solusi dengan begitu masalah karyawan dapat terselesaikan dan performa bekerja dapat meningkat.

Anda sebagai HRD dapat memanfaatkan software payroll yaitu LinovHR untuk membantu menyelesaikan pekerjaan seperti penggajian, absensi dan berbagai fitur pengelolaan data karyawan. Selesaikan tugas HR dengan lebih efektif dan efisien dengan best hrd software online , LinovHR.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here