Seorang Muslim mengucapkan selamat hari Natal itu Haram, Benarkah demikian ?

0
Mengucapkan Selamat Natal Muslim
Mengucapkan Selamat Natal Muslim

Halo Sobat, Liburan sudah dimulai nih. Sobat sudah ada rencana untuk menghabiskan waktu luang bersama keluarga atau kekasih ? jika tidak, lebih baik duduk manis baca artikel di saung net :D. Kali ini kita akan mengupas hukum tentang mengucapkan selamat natal bagi seorang muslim, ya karena memang masih banyak kaum Muslimin diluar sana yang masih bingung tentang hal yang satu ini.

Menurut saung net sih sah-sah saja jika kita mengucapkan Natal, namun tergantung kepada siapa dulu kita mengucapkannya. Saya beropini bahwa jika memang yang kita beri ucapan itu adalah teman dekat, kerabat ataupun mitra bisnis ya mungkin tidak apa-apa dengan alasan untuk menjaga relasi, keakraban, serta toleransi.

Tapi Opini saja memang tidak cukup dalam hal ini, karena yang kita bahas berhubungan dengan agama. Nah, maka dari itu Saung net akan mengulas beberapa pendapat yang berbeda dari para ulama. Masalah sobat lebih pro ke pendapat yang mana itu kembali lagi ke diri sendiri ya, Yuk cek pendapat mereka dibawah ini :

1. Mengucapkan Natal itu Haram

Pendapat tentang Haramnya mengucapkan Natal ini di cetuskan Oleh Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim dan beberapa ulama lain seperti Syeikh Ibn Baaz dan Syeikh Ibnu Utsaimin sob. Mereka berpendapat bahwa jika kita mengucapkan Natal kepada seorang Nasrani, maka sama saja kita mengucapkan selamat atas kekufuran. Secara tidak langsung sobat menjadi bagian dalam perayaan hari raya mereka, dan membiarkan syiar atas agamanya. Ulama diatas menyebutkan bahwa setiap pengucapan natal merupakan tasyabbuh dengan mereka dan ini jelas diharamkan.

Mungkin sobat bingung apa sih tasyabbuh, tasyabbuh berarti menyerupai. Dibawah ini beberapa contoh bentuk tasyabbuh :

  1. Sobat ikut dalam perayaan hari Natal.
  2. Membagikan perayaan tersebut ke negara yang mayoritas Islam.

Para ulama tersebut juga menyebutkan bahwa seorang Muslim wajib menjauh terhadap sesuatu yang berhubungan dengan perayaan orang orang non muslim, sikapnya, tempat perayaan yang digunakan, maupun berbagai nama, simbol serta istilah dalam setiap ibadah non Muslim.

2. Diperbolehkan, Namun dalam kondisi tertentu

Beberapa Ulama kontemporer seperti Syeikh Yusuf al Qaradhawi berpendapat bahwa perubahan kondisi lah yang membuat beliau berbeda paham dengan Syeikh Islam Ibnu Taimiyah. Syeikh Yusuf memperbolehkan mengucapkan selamat kepada non muslim, dengan syarat orang tersebut adalah orang orang yang cinta damai. Maksud dari cinta damai adalah mereka adalah orang orang baik yang tidak memerangi kau Muslimin, selain itu boleh pula jika orang tersebut adalah figur penting dalam hidup kita. Contohnya ya seperti masih keluarga, atau relasi bisnis dan yang lainnya.

Ada beberapa ayat dalam Al-Qur’an yang menguatkan pendapat Syeikh Yusuf al Qaradhawi, diantaranya adalah :

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (QS. An Nisaa : 86)

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah : 8)

Itu dia sob, dua pendapat yang berbeda dari para Ulama. Sobat tinggal memilih, lebih setuju ke pendapat pertama atau pendapat yang kedua. Semua itu kembali lagi ke pribadi masing-masing ya. Selamat Liburan, dan Tahun baru :D.